Purbalingga – Hasil pemeriksaan medis atau visum terhadap jenazah pendaki muda Syafiq Ridhan Ali Razan (18) mengungkap fakta baru. Berdasarkan hasil visum, Syafiq diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 15 hari sebelum jasadnya ditemukan di kawasan Gunung Slamet, Jawa Tengah.
Informasi tersebut disampaikan setelah proses visum selesai dilakukan di RSUD Purbalingga, Kamis (15/1/2026). Dokter forensik menyebutkan, kondisi jenazah menunjukkan tanda-tanda kematian yang sudah berlangsung cukup lama, sesuai dengan perkiraan waktu tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Syafiq Ali diperkirakan meninggal dunia 15 hari sebelum proses evakuasi berhasil dilakukan.
Syafiq sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet. Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan selama beberapa hari, jasad korban akhirnya ditemukan di jalur pendakian dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Proses evakuasi jenazah sempat mengalami kendala akibat cuaca ekstrem, seperti kabut tebal, hujan deras, dan angin kencang. Meski demikian, tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi korban dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk keperluan identifikasi dan visum.
Pihak berwenang menyatakan bahwa hasil visum ini menjadi dasar penting untuk mengetahui perkiraan waktu kematian korban. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian selama pendakian.
Sementara itu, keluarga korban telah menerima jenazah Syafiq untuk selanjutnya dimakamkan. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pendaki agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi cuaca sebelum melakukan pendakian gunung.(bank)
Hasil Visum: Pendaki Syafiq Ali Diperkirakan Meninggal 15 Hari Sebelum Ditemukan (Foto Ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!