Tim DVI Mulai Hadapi Kendala  Identifikasi Korban Longsor di SumateraIlustrasi Tim DVI Mulai Hadapi Kendala Identifikasi Korban Longsor di Sumatera

Tim DVI Mulai Hadapi Kendala Identifikasi Korban Longsor di Sumatera

Jakarta – Proses identifikasi korban longsor di Sumatera Utara mulai menghadapi tantangan besar. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang bertugas di lokasi bencana melaporkan bahwa kondisi beberapa jenazah yang ditemukan sudah dalam keadaan rusak, sehingga menyulitkan proses identifikasi secara visual maupun melalui sidik jari.

Menurut Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Batangtoru, Kombes Pol dr. Taufik, faktor cuaca, lumpur tebal, serta lamanya jenazah tertimbun material longsor menjadi penyebab utama kondisi korban sulit dikenali. Metode identifikasi standar seperti pengenalan wajah dan pencocokan sidik jari pun tidak lagi dapat diandalkan untuk sebagian jenazah.

“Sejumlah korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh, sehingga kami harus beralih ke metode identifikasi yang lebih akurat, yaitu pemeriksaan DNA,” ujarnya 

Selain itu  Ia menjelaskan bahwa minggu-minggu berikutnya akan menjadi fase yang lebih krusial karena tingkat kerusakan jenazah diperkirakan meningkat.

Di tengah kondisi tersebut, tim DVI terus bekerja siang dan malam untuk mempercepat proses identifikasi. Sampel DNA dari keluarga korban juga mulai dikumpulkan guna mempercepat pencocokan. Polri menyebutkan bahwa proses ini dapat memakan waktu lebih lama, namun menjadi satu-satunya langkah yang paling tepat untuk memastikan identitas para korban.

Operasi DVI akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat berlangsung. Seluruh tim kesehatan dan identifikasi dari Polda Sumut serta Mabes Polri masih bersiaga penuh di lapangan untuk memastikan setiap korban dapat teridentifikasi dan dikembalikan kepada keluarganya.

Penanganan Korban Luka Berlanjut, Tim DVI Siaga Hingga Akhir Masa Tanggap Darurat

Sementara itu, Operasi Disaster Victim Identification (DVI) akan terus dilaksanakan hingga masa tanggap darurat berakhir. Seluruh tenaga kesehatan dan tim identifikasi dari Polda Sumut serta Mabes Polri tetap bersiaga penuh di lapangan untuk mempercepat proses penanganan korban. (ref)