Demak – Tanggul Sungai Cabean di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jebol di dua titik pada Senin (16/2/2026). Peristiwa ini menyebabkan air sungai meluap dan merendam wilayah Demak hingga sebagian Kabupaten Grobogan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, banjir merendam dua pedukuhan dengan total 2.175 warga terdampak. Kepala Desa Tlogoweru, Jaryanto, mengatakan bahwa di wilayahnya terdapat dua titik tanggul yang jebol.
“Di Desa Tlogoweru itu ada dua titik sebenarnya,” ujar Jaryanto.
Ia menjelaskan, titik pertama membuat aliran air mengarah ke Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Sedangkan titik kedua yang berada di sisi barat mengarah langsung ke Desa Tlogoweru.
“Satu ke arah Tajemsari (Kabupaten Grobogan), satu ke arah barat yaitu Tlogoweru (Kabupaten Demak),” jelasnya.
Akibat tanggul jebol, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter hingga satu meter. Ratusan kepala keluarga terdampak, namun sebagian warga masih memilih bertahan di rumah atau mengungsi sementara di rumah tetangga yang tidak tergenang.
“Ketinggian rata-rata di satu meter sampai 70 cm,” kata Jaryanto.
Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan bahwa tanggul jebol karena Sungai Cabean tidak mampu menampung debit air yang meningkat. “Tanggul Sungai Cabean B1 sisi kiri akibat tidak mampu menampung debit air,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, menambahkan bahwa bagian tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar bukaan sekitar 6 meter.
Meski belum ada warga yang mengungsi ke lokasi resmi, pemerintah desa bersama BPBD telah menyiapkan gedung serbaguna sebagai tempat pengungsian darurat apabila kondisi banjir semakin meluas. (ord)
Ilustrasi tanggul Sungai Cabean jebol saat tak mampu menahan debit air tinggi hingga memicu banjir di wilayah Tlogoweru, Demak. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!