Sugeng Rahayu Kecelakaan di Jembatan Jurug Solo, Motor Mogok di Tengah Jalan Jadi PemicuAkibat benturan keras, bagian depan bus mengalami kerusakan cukup parah, terutama di sisi pengemudi. (Foto ilustrasi)

Sugeng Rahayu Kecelakaan di Jembatan Jurug Solo, Motor Mogok di Tengah Jalan Jadi Pemicu

Solo - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Sugeng Rahayu terjadi di Jembatan Jurug, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Kamis 19 Maret 2026 dini hari. Insiden ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya arus mudik Lebaran.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan dalam satu rangkaian peristiwa. Bus berada di posisi paling belakang, sementara di depannya terdapat kendaraan lain di lajur kanan serta sepeda motor yang berhenti di lajur kiri.

Sepeda motor Honda Beat bernopol B 4354 THR yang dikendarai AFP (24), warga Sukoharjo, bersama penumpang GAP (19), diketahui berhenti di tengah jembatan karena mengalami mati mesin.

Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Solo, Iptu Yuli Nurus Yani, menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat berbahaya dan menjadi pemicu utama kecelakaan.

“Kondisi itu sangat berbahaya dan menjadi pemicu utama kecelakaan,” ujarnya.

Dalam situasi tersebut, bus Sugeng Rahayu bernopol W 7541 UP yang dikemudikan IT, warga Malang, berusaha menyalip kendaraan di depannya dari sisi kiri. Namun, upaya tersebut terhambat oleh sepeda motor yang berhenti di jalur tersebut.

Untuk menghindari tabrakan, sopir bus banting setir ke kanan. Namun nahas, kendaraan justru kehilangan kendali dan menghantam pembatas jembatan.

Akibat benturan keras, bagian depan bus mengalami kerusakan cukup parah, terutama di sisi pengemudi. Sementara kendaraan lain di depan berhasil menghindari tabrakan langsung.

Dalam kejadian ini, empat orang mengalami luka-luka, yakni sopir bus, satu penumpang berinisial S (64) asal Wonogiri, serta dua pengendara sepeda motor. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Moewardi dan dilaporkan mengalami luka ringan.

Polisi memastikan bahwa dugaan sopir mengantuk atau ugal-ugalan masih dalam penyelidikan dan belum dapat disimpulkan. Saat ini, petugas masih mengumpulkan keterangan saksi serta bukti di lokasi kejadian.

Selain itu, polisi juga mendalami alasan pengendara motor berhenti di tengah jembatan yang jelas melanggar aturan lalu lintas.

“Berhenti di jembatan sangat tidak diperbolehkan karena berisiko tinggi memicu kecelakaan,” tegas Yuli.

Saat ini, bus Sugeng Rahayu telah diamankan di Unit Laka Satlantas Polresta Solo sebagai barang bukti. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin berlalu lintas, menjaga jarak aman, serta tidak berhenti di titik rawan guna mencegah kecelakaan serupa, terutama saat arus mudik Lebaran.(ode)