Pantau Bulan UINSA Pastikan Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan Diprediksi 19 Februari 2026Tim Observatorium Astronomi Sunan Ampel Surabaya melakukan pemantauan hilal menggunakan teleskop manual dan robotik di rooftop Twin Tower UINSA, Surabaya.

Pantau Bulan UINSA Pastikan Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan Diprediksi 19 Februari 2026

Surabaya  – Observatorium Astronomi Sunan Ampel Surabaya (OASA) melakukan rukyatul hilal atau pemantauan bulan di rooftop Gedung Twin Tower lantai 10, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (17/2/2026). Hasil pengamatan menunjukkan hilal tidak terlihat karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Pemantauan dilakukan menggunakan teleskop manual dan teleskop robotik untuk memastikan akurasi hasil pengamatan.

Berdasarkan data astronomi, ketinggian hilal pada sore hari tercatat masih minus satu derajat di bawah ufuk. Selain itu, kondisi langit Kota Surabaya yang diselimuti awan mendung juga menjadi kendala dalam proses pemantauan.

Perukyat OASA menegaskan bahwa secara kriteria imkan rukyat, hilal minimal harus berada di ketinggian tiga derajat agar berpotensi terlihat. Karena posisi bulan masih berada di bawah batas tersebut, hilal dipastikan tidak akan tampak.

“Ketinggian hilal sore ini masih minus satu derajat di bawah ufuk. Secara kriteria, hilal minimal berada pada tiga derajat agar bisa terlihat, sehingga dapat dipastikan hilal tidak tampak,” ujar Dr. Siti Tatmainul Qulub, Kaprodi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya.

Ia menambahkan, hasil rukyatul hilal ini tidak hanya menjadi bagian dari edukasi akademik, tetapi juga akan dilaporkan kepada Kementerian Agama sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.

“Hasil rukyat ini akan kami sampaikan ke Kementerian Agama sebagai pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar sore ini,” jelasnya.

Dengan posisi hilal yang masih di bawah ufuk, tim observatorium memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama.(alr)