Medan Longsor Cilacap Mengeras dan Berlumpur , Tim Basarnas Gunakan Metode Siran AirIlustrasi Tim Basarnas Gunakan Metode “Siran Air” untuk Cari Korban

Medan Longsor Cilacap Mengeras dan Berlumpur , Tim Basarnas Gunakan Metode Siran Air

Cilacap – Medan longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, semakin menyulitkan proses pencarian para korban hilang. Material longsor yang sebelumnya basah kini mulai mengeras, sementara di beberapa titik berubah menjadi lumpur tebal sehingga memperlambat pergerakan alat berat maupun tim SAR di lapangan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim Basarnas menerapkan metode siran air—teknik penyemprotan air bertekanan tinggi ke permukaan tanah—guna memecah material yang mengeras dan membuka jalur penggalian.

Petugas di lapangan menyebutkan bahwa permukaan longsoran kini menjadi sangat padat seiring berkurangnya aliran air hujan. Namun, beberapa lokasi justru menyimpan lumpur pekat sedalam hampir satu meter. Kombinasi dua kondisi ekstrem ini membuat pencarian manual yang dilakukan tim SAR semakin terhambat.

“Tanahnya keras sekali ketika kering, tapi ketika diinjak sedikit saja berubah jadi lumpur. Kondisi ini membuat pengerukan sulit dilakukan,” ungkap salah satu anggota Basarnas di lokasi.

Untuk mempercepat akses ke titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi korban tertimbun, Basarnas memanfaatkan alat penyemprot air bertekanan dari tangki pemadam dan mesin portable. Penyemprotan dilakukan secara bertahap agar lapisan tanah yang mengeras bisa kembali melunak dan memungkinkan proses penggalian.

Metode “siran air” dinilai efektif membantu tim membuka lapisan tanah keras tanpa menimbulkan risiko longsor susulan, karena tekanan air dapat diarahkan dengan presisi pada area tertentu.

Meski metode ini membantu, tim SAR tetap bekerja dengan kewaspadaan tinggi. Struktur tanah yang tidak stabil dan potensi longsor ulang menjadi tantangan utama. Petugas juga harus terus memantau pergerakan tanah di area mahkota longsor, terutama setelah ditemukan retakan baru.

Hingga saat ini, pencarian masih difokuskan pada beberapa sektor yang diperkirakan menjadi lokasi warga tertimbun. Tim gabungan berharap penggunaan metode baru ini dapat mempercepat proses evakuasi, mengingat cuaca diprediksi kembali hujan dalam beberapa hari ke depan. (orde)