Gerakan Pangan Murah Polda Jatim Dianggap Angin Segar Pemulihan Ekonomi WargaGerakan Pangan Murah Polda Jatim Dianggap Angin Segar Pemulihan Ekonomi Warga

Gerakan Pangan Murah Polda Jatim Dianggap Angin Segar Pemulihan Ekonomi Warga

Surabaya — Program Gerakan Pangan Murah yang digerakkan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur kembali menjadi tumpuan warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Digelar di kawasan Rungkut, Surabaya, kegiatan ini dinilai memberi dorongan ekonomi langsung kepada masyarakat di tengah harga beras yang belum stabil.

Dua ton beras SPHP yang disediakan dengan harga Rp55.000 per paket ludes hanya dalam waktu satu jam. Antusiasme ini menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap akses pangan murah yang dapat dijangkau tanpa harus menunggu operasi pasar skala besar.

Bagi sebagian warga, program ini bukan sekadar kesempatan mendapatkan beras lebih murah, melainkan solusi nyata atas tekanan ekonomi yang makin dirasakan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka berharap kegiatan seperti ini tak hanya hadir sesekali, tetapi bisa dilakukan rutin sebagai bagian dari pemerataan pangan di Surabaya.

Siti Saebah, warga Rungkut Lor, menilai gerakan ini mampu menahan gejolak harga kebutuhan rumah tangga. “Sangat meringankan. Harganya bersahabat dan kualitas berasnya juga bagus,” ujarnya.

Citra Deviratnasari yang mengetahui kegiatan ini dari media sosial Ditreskrimsus Polda Jatim menyebut harga yang ditawarkan jauh lebih rasional dibandingkan pasar. “Biasanya di atas Rp60 ribu untuk 5 kilogram. Di sini jauh lebih ringan,” katanya.

Harapan senada datang dari Heru Sancoko. Menurutnya, akses pangan murah seharusnya bisa menjangkau lebih banyak wilayah, terutama daerah pinggiran kota. “Kalau bisa merata sampai pelosok. Banyak warga yang membutuhkan,” ucapnya.

Ditreskrimsus Polda Jatim menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah akan terus digelar sebagai bentuk dukungan terhadap stabilisasi pangan dan keringanan ekonomi bagi masyarakat luas.(alr)