Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Libatkan Pakar ITS, Operasi SAR Kini Fokus pada Keamanan Struktur (ITS) Surabaya Untuk Memastikan proses Pengangkatan Puing Berjalan aman tanpa Memicu Keruntuhan Susulan

Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Libatkan Pakar ITS, Operasi SAR Kini Fokus pada Keamanan Struktur

Sidoarjo – Operasi pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, memasuki tahap krusial. Tim SAR Gabungan kini menggandeng pakar konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk memastikan proses pengangkatan puing berjalan aman tanpa memicu keruntuhan susulan.

Langkah itu diambil setelah tim menemukan bahwa struktur bangunan baru yang ambruk masih terhubung dengan bangunan lama. Kondisi bangunan lama kini mengalami kemiringan, sehingga pembersihan puing tak bisa dilakukan sembarangan.

Kalau kita lihat secara langsung di lokasi, bangunan lama itu pun sudah miring,” ujar Kolonel Inf Hery Setiono, Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) BNPB, saat ditemui di Posko SAR, Senin (6/10/2025) malam.

Hery menjelaskan, setiap langkah dalam proses pengangkatan puing harus dilakukan dengan perhitungan matang. Getaran kecil dari alat berat atau pemotongan beton dikhawatirkan dapat mengguncang struktur lama yang masih berdiri.

Perlu penanganan khusus ketika kita akan membersihkan atau memotong puing yang menempel di bangunan lama. Karena kalau asal breaker, itu bisa memicu robohnya struktur yang masih tersambung,” tegasnya.

Para ahli konstruksi dari ITS akan membantu tim teknis di lapangan merancang metode pengangkatan dan penopangan sementara agar proses berjalan aman. Rencananya, beton yang masih tersambung akan diberi sanggahan tambahan sebelum dilakukan pemotongan menggunakan alat berat.

“Tadi sudah diputuskan, akan diberikan penopang dulu terhadap bangunan lama dan puing yang akan dipotong. Setelah itu baru dilakukan sistem cutting dan pengangkatan,” jelas Hery.

Hingga Senin sing progres pembersihan puing mencapai sekitar 80 persen, terutama di sektor tengah dan utara area reruntuhan. Lokasi tersebut menjadi prioritas karena diduga masih terdapat sejumlah korban yang belum ditemukan

Koordinasi antara BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan akademisi ITS diharapkan dapat mempercepat penyelesaian evakuasi sekaligus menjaga keselamatan seluruh petugas di lapangan.(bank)