Trenggalek — Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026), memakan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat melintas di jalan raya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat, angin kencang terjadi sejak pukul 03.00 WIB hingga siang hari dan berdampak luas di sejumlah wilayah. Kecamatan yang terdampak antara lain Durenan, Bendungan, Gandusari, Tugu, dan Watulimo.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga robohnya tower telekomunikasi.
“Angin kencang sejak dini hari menyebabkan banyak kejadian, mulai dari pohon tumbang, rumah rusak, sampai tower telekomunikasi roboh,” kata Triadi, Sabtu (24/1/2026).
Di Kecamatan Durenan, sebuah pohon trembesi berdiameter sekitar satu meter tumbang dan menimpa truk serta sepeda motor yang tengah melintas. Pengendara motor bernama Saiful Amin mengalami benturan hebat dan sempat mendapat perawatan di Puskesmas Durenan, namun nyawanya tidak tertolong. Insiden tersebut juga menyebabkan aliran listrik di lokasi terputus.
Sementara itu, di Kecamatan Bendungan, tower telekomunikasi setinggi sekitar 42 meter roboh dan menimpa dapur serta kandang sapi milik warga Desa Botoputih. Kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Watulimo, di mana tower dengan ketinggian yang sama roboh dan menimpa dapur rumah warga Desa Dukuh. BPBD mencatat kerugian material di lokasi tersebut mencapai sekitar Rp10 juta, tanpa korban jiwa.
Angin kencang juga merusak puluhan rumah warga di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan. Atap rumah dilaporkan beterbangan akibat terpaan angin.
Di Kecamatan Gandusari, pohon tumbang menutup akses jalan penghubung Gandusari–Kedunglurah. Sedangkan di Kecamatan Tugu, pohon tumbang menimpa kabel telepon, tiang lampu jalan, serta sebuah kendaraan pikap di ruas Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo, menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat.
Korban jiwa lainnya terjadi di Desa Sukorame. Seorang warga bernama Suhadi (58) meninggal dunia setelah tertimpa dahan pohon mahoni saat melintas di jalan.
“Korban sempat dibawa ke puskesmas, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka fatal dari tertimpa ranting pohon,” ujar Triadi.
BPBD Trenggalek mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di bawah pepohonan besar dan kawasan rawan bencana selama cuaca ekstrem masih berlangsung.(alr)
Cuaca Ekstrem Trenggalek: Pohon Tumbang, Tower Roboh, Dua Korban Jiwa (Foto Ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!