Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sejumlah perjalanan kereta api akibat banjir yang meluas di beberapa wilayah Pulau Jawa. Akibat kebijakan tersebut, sebanyak 2.859 calon penumpang terdampak pada Minggu (18/1/2026).
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan demi menjaga keselamatan perjalanan. Dari Stasiun Gambir, KAI membatalkan 10 perjalanan kereta api dengan jumlah penumpang terdampak lebih dari 1.800 orang.
Selain itu, lima perjalanan kereta api dari Stasiun Pasar Senen juga dibatalkan, menyebabkan 1.059 calon penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal.
KAI memastikan seluruh penumpang yang terdampak pembatalan berhak mendapatkan pengembalian biaya tiket (refund) 100 persen. Hingga Minggu siang, tercatat 989 penumpang telah mengajukan pembatalan tiket, sementara pada Sabtu (17/1/2026) terdapat 472 penumpang yang melakukan pembatalan serupa.
“Kami mengembalikan biaya tiket seratus persen dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Franoto.
Secara keseluruhan, KAI mencatat 38 perjalanan kereta api dibatalkan akibat banjir yang menggenangi jalur rel di sejumlah titik. Pembatalan paling banyak terjadi di wilayah operasi Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pembatalan dan rekayasa pola operasi tidak dapat dihindari karena menyangkut keselamatan penumpang. KAI juga menerapkan pengalihan rute serta pembatasan kecepatan di sejumlah lintasan terdampak.
“Seiring bertambahnya titik banjir dan tingginya risiko keterlambatan, KAI melakukan langkah antisipasi agar keselamatan tetap terjaga,” jelas Anne.(ref)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sejumlah perjalanan kereta api akibat banjir yang meluas di beberapa wilayah Pulau Jawa (Foto Ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!