Banjir Lahar Semeru Meluap,Jembatan Limpas Gondoruso Sempat Tak Bisa Dilintasi WargaBanjir lahar hujan Gunung Semeru meluap hingga ke atas Jembatan Limpas Gondoruso, Lumajang. Warga memilih menunggu surut meski sebagian nekat menyeberang.(Foto ilustrasi)

Banjir Lahar Semeru Meluap,Jembatan Limpas Gondoruso Sempat Tak Bisa Dilintasi Warga

Lumajang – Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali terjadi dan menerjang aliran Sungai Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026). Debit air yang besar membuat aliran meluap hingga ke atas Jembatan Limpas sehingga aktivitas warga sempat terhenti.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, banjir lahar terekam dengan amplitudo maksimal sekitar 30 milimeter dan berlangsung kurang lebih 118 menit. Meski sebelumnya aliran sungai sudah dikeruk dan dinormalisasi, derasnya arus membuat air tetap melompati jembatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah warga memilih menunggu di tepi sungai karena khawatir terseret arus. Namun, ada juga warga yang nekat menyeberang dengan berlari saat debit air mulai menurun.

“Nekat nyebrang sambil lari karena sudah ditunggu saudara di sana,” ujar Yayuk, salah satu warga Gondoruso.

Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat berhenti sementara hingga kondisi lebih aman. Warga lain, Didik, mengatakan debit banjir lahar sore itu cukup besar sehingga akses melintas sempat tidak bisa dilewati.

“Besar tadi, sempat enggak bisa lewat, ini mulai surut baru ada yang berani nyebrang,” kata Didik.

Peristiwa banjir lahar ini kembali menjadi pengingat bagi warga di sekitar aliran sungai berhulu Gunung Semeru untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun di kawasan puncak yang berpotensi memicu banjir lahar susulan.(alr)