Banjir Bandang Pemalang, Satu Warga Tewas dan Dua Jembatan Desa TerputusSelain korban jiwa, banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan pada empat unit rumah warga serta satu fasilitas ibadah (Foto Ilustrasi)

Banjir Bandang Pemalang, Satu Warga Tewas dan Dua Jembatan Desa Terputus

Pemalang  — Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026) sore hingga Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan satu warga meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka, serta merusak infrastruktur vital desa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat banjir bandang dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga sejak pukul 17.30 WIB hingga sekitar 03.30 WIB.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jateng, Armin Nugroho, menjelaskan bencana tersebut melanda empat desa, yakni Desa Gunungsari, Penakir, dan Jurangmangu di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga.

“Banjir bandang menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas ibadah, dan infrastruktur penghubung antar desa. Selain itu, terdapat korban jiwa dan korban luka,” ujar Armin dalam laporan tertulisnya, Sabtu (24/1/2026).

BPBD Jateng melaporkan satu orang warga meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan sekitar 22 warga lainnya menderita luka ringan. Sebanyak 119 warga terpaksa mengungsi dan saat ini ditampung di Kantor Kecamatan Pulosari.

Selain korban jiwa, banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan pada empat unit rumah warga serta satu fasilitas ibadah. Dua jembatan penghubung desa dilaporkan putus, sementara Jembatan Sungai Reas mengalami kerusakan cukup parah.

Hingga Sabtu siang, kondisi di wilayah terdampak masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kabut tebal dan angin juga masih menyelimuti kawasan Kecamatan Pulosari.

Proses evakuasi warga terdampak masih terus dilakukan oleh BPBD bersama relawan, aparat TNI-Polri, dan pemerintah setempat. Selain evakuasi, petugas juga melakukan pembersihan material banjir, pendirian dapur umum, serta pendataan kerusakan.

BPBD Kabupaten Pemalang terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca masih belum stabil,” kata Armin.

BPBD Jateng juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi para pengungsi, antara lain logistik makanan, family kit, popok bayi, selimut, pakaian layak pakai, serta obat-obatan. (ord)