Surabaya - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menggandeng Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mempercepat penerapan dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur.
Dalam kegiatan sosialisasi SNI di Surabaya, Sabtu (11/10/2025), Bambang Haryo menegaskan pentingnya standardisasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal. “UMKM berperan besar terhadap perekonomian nasional, menyumbang 61 persen PDB dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja. Karena itu, peningkatan kualitas melalui SNI menjadi langkah strategis,” ujarnya.
Menurut BHS, sertifikasi SNI bukan sekadar label mutu, tetapi juga mendorong efisiensi produksi, memperluas pasar, dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ia mendorong pemerintah agar menambah alokasi anggaran standarisasi yang saat ini masih minim, yakni sekitar Rp144 miliar dan hanya mencakup sebagian wilayah Jawa Timur dan Bali.
Untuk mempercepat proses, BHS berinisiatif menggandeng pemerintah daerah, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM di Sidoarjo serta Surabaya. Kepala Dinkopumdag Surabaya Febrina Kusumawati menyebut ada 106 ribu UMKM di Surabaya, dengan 8.000 di antaranya telah mengikuti program SNI Bina UMKM."tuturnya
Sementara itu, BSN Jatim mencatat sekitar 98 ribu UMKM di provinsi ini telah terdaftar dalam program pendampingan standardisasi. Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Jatim, Faris, menambahkan bahwa SNI berfokus pada peningkatan kualitas produk dan penataan sistem produksi agar lebih efisien dan berdaya saing tinggi." Imbuhnya (bank)
Bambang Haryo Dorong Percepatan Sertifikasi SNI UMKM Jatim 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!